Hasil undian set 16 besar Liga Champions 2018/2019 yang berjalan di Nyon, Swiss, Senin malam, 17 Desember 2018, diantaranya menghadapkan Atlético Madrid serta Juventus. Ini bisa menjadi pertemuan ke-8 pada ke-2 team.
Juventus selama ini dapat tampil lebih menguasai dalam riwayat pertemuan itu. Mereka menang 4x, sedang Atletico baru menang 2x.
Tempat dalam klassemen liga domestik serta catatan di set penyisihan group ikut membuat Juve lebih diunggulkan. Si Nyonya Tua sekarang ini masih tetap memuncaki klassemen Liga Italia, sedang Atletico ada di tempat ke-3 Liga Spanyol.
Di set penyisihan, Juve jadi juara group dengan catatan enam kali menang serta 2x kalah. Atletico cuma jadi runner-up dengan catatan 4x menang, sekali seri, serta sekali kalah. Paulo Dybala jadi andalan Juventus dalam cetak gol serta dapat menjebol gawang lawan 5 kali. Sedang Atletico bertopang pada Antoine Griezmann yang telah cetak empat gol.
Prestasi di pertandingan Eropa ikut membuat Juventus lebih wajar diunggulkan. Cristiano Ronaldo cs sempat jadi juara 2x (1985, 1996). Mengenai Atletico cuma dapat 3x jadi runner-up (1974, 2014, 2016).
Direktur Juventus Pavel Nedved menyebutkan timnya tidak mujur dengan undian itu serta laga kelak ia perkiraan akan berjalan alot serta minim gol. "Tetapi kami mempunyai team yang kuat serta akan berupaya untuk lolos dengan beberapa langkah. Cristiano (Ronaldo) jelas pemain spesialis Liga Champions tetapi kami tidak tergantung cuma pada ia," katanya.
Monday, December 31, 2018
Solskjaer Hadir, Paul Pogba Temukan Jiwa yang Hilang di MU
Paul Pogba seperti temukan kembali jiwanya yang hilang saat Ole Guun Solskjaer ditunjuk oleh manajemen mengatasi Manchester United menjadi pelatih sesaat.
Solskjaer yang sempat bersama United saat 11 tahun, saat datang di Old Trafford, langsung memberi keyakinan penuh pada Pogba waktu menantang Bournemouth, Ahad 30 Desember 2018, petang waktu ditempat. Keyakinan itu seperti ruh baru buat Pogba serta dibayar dengan permainan cantik hingga MU menggulung Bournemouth 4-1.
"Gelandang internasional Prancis itu menjebloskan gol waktu permainan baru berjalan lima menit di Old Trafford," catat Manchester Evening News dalam laporannya, Ahad.
Selesai menjaringkan si kulit bulat ke gawang Bournemouth, Pogba melampiaskan kegembiraannya di dalam lapangan. Pemain tengah berumur 25 tahun itu menari-nari dilihat beberapa ribu simpatisan Manchester united.
Keadaan seperti itu janganlah berharap ada di diri Pogba sebelum Solskjaer merapat. Saat Setan Merah diatasi oleh Jose Mourinho, Pogba terasa kehilangan semangat bermain bola sebab sering diminta duduk di bangku cadangan oleh pria Portugal itu. "Waktu rekan-rekannya berusaha melawan team lawan, Pogba cuma gigit jari di bench."
Kecantikan permainan Pogba, menurut Daily Mail, seperti apakah yang dikerjakan oleh LeBron James, pemain basket LA Lakers di Liga NBA, Amerika Serikat. Laporan beberapa alat di Inggris mungkin terlalu berlebih memberikan pujian pada Pogba, akan tetapi bukti di lapangan, pemain yang menguatkan Prancis di Piala Dunia 2018 memang pantas dapat acungan jempol.
Apa pun kata orang, pengamat atau alat, yang pasti Pogba sudah temukan kembali figurnya menjadi pemain yang wajar jadi pilihan penting Solskjaer di tim Mancheser United.
Solskjaer yang sempat bersama United saat 11 tahun, saat datang di Old Trafford, langsung memberi keyakinan penuh pada Pogba waktu menantang Bournemouth, Ahad 30 Desember 2018, petang waktu ditempat. Keyakinan itu seperti ruh baru buat Pogba serta dibayar dengan permainan cantik hingga MU menggulung Bournemouth 4-1.
"Gelandang internasional Prancis itu menjebloskan gol waktu permainan baru berjalan lima menit di Old Trafford," catat Manchester Evening News dalam laporannya, Ahad.
Selesai menjaringkan si kulit bulat ke gawang Bournemouth, Pogba melampiaskan kegembiraannya di dalam lapangan. Pemain tengah berumur 25 tahun itu menari-nari dilihat beberapa ribu simpatisan Manchester united.
Keadaan seperti itu janganlah berharap ada di diri Pogba sebelum Solskjaer merapat. Saat Setan Merah diatasi oleh Jose Mourinho, Pogba terasa kehilangan semangat bermain bola sebab sering diminta duduk di bangku cadangan oleh pria Portugal itu. "Waktu rekan-rekannya berusaha melawan team lawan, Pogba cuma gigit jari di bench."
Kecantikan permainan Pogba, menurut Daily Mail, seperti apakah yang dikerjakan oleh LeBron James, pemain basket LA Lakers di Liga NBA, Amerika Serikat. Laporan beberapa alat di Inggris mungkin terlalu berlebih memberikan pujian pada Pogba, akan tetapi bukti di lapangan, pemain yang menguatkan Prancis di Piala Dunia 2018 memang pantas dapat acungan jempol.
Apa pun kata orang, pengamat atau alat, yang pasti Pogba sudah temukan kembali figurnya menjadi pemain yang wajar jadi pilihan penting Solskjaer di tim Mancheser United.
Sunday, December 30, 2018
Liga Inggris: Liverpool Tekuk Arsenal 5-1, Banyak Rekor Pecah
Beberapa rekor di Liga Inggris ataupun tingkat club bertumbangan saat Liverpool menghajar Arsenal 5-1 dalam pertandingan minggu ke-20 di Anfield, Minggu pagi hari WIB.
Rekor pertama yang pecah ialah jumlahnya gol dalam catatan laga pada dua team Liga Inggris (semenjak masa Liga Primer) yaitu saat Mohamed Salah membawa Liverpool unggul 4-1 melalui eksekusi penalti pada saat injury time set pertama, demikian catatan situs statistik OptaJoe.
Gol itu membuat pertemuan pada Liverpool versus Arsenal diwarnai 154 gol, yang lalu dipertajam dengan gol Roberto Firmino di menit ke-65 jadi 155 gol, jumlahnya gol paling banyak dalam catatan pertemuan dua team di Liga Inggris.
Gol Firmino itu ikut jadi perolehan trigol pertamanya menjadi pemain Liverpool serta adalah pemain Brasil ke-3 selama riwayat Liga Inggris yang sempat meraihnya sesudah Robinho serta Afonso Alves.
Alves terlebih dulu mengemas trigol waktu membawa Middlesbrough mencukur Manchester City 8-1 pada pertandingan terakhir musim 2007-2008, sebelum Robinho lakukan perihal sama saat membawa Manchester City menaklukkan Stoke City 3-0 pada Oktober 2008.
Gol Firmino dari titik putih ikut membuat jadi pesepak bola Negeri Samba tersubur di Liga Inggris selama hidup, dengan catatan 43 gol, melebihi bekas pemain Liverpool, Philippe Coutinho (41).
Di lain sisi, trigol yang dicatat Firmino adalah catatan ke enam yang berlangsung dalam riwayat laga Liverpool versus Arsenal, membuat jadi pertandingan pertemuan pada dua team dengan keseluruhan trigol paling banyak di Liga Inggris.
Rekor pertama yang pecah ialah jumlahnya gol dalam catatan laga pada dua team Liga Inggris (semenjak masa Liga Primer) yaitu saat Mohamed Salah membawa Liverpool unggul 4-1 melalui eksekusi penalti pada saat injury time set pertama, demikian catatan situs statistik OptaJoe.
Gol itu membuat pertemuan pada Liverpool versus Arsenal diwarnai 154 gol, yang lalu dipertajam dengan gol Roberto Firmino di menit ke-65 jadi 155 gol, jumlahnya gol paling banyak dalam catatan pertemuan dua team di Liga Inggris.
Gol Firmino itu ikut jadi perolehan trigol pertamanya menjadi pemain Liverpool serta adalah pemain Brasil ke-3 selama riwayat Liga Inggris yang sempat meraihnya sesudah Robinho serta Afonso Alves.
Alves terlebih dulu mengemas trigol waktu membawa Middlesbrough mencukur Manchester City 8-1 pada pertandingan terakhir musim 2007-2008, sebelum Robinho lakukan perihal sama saat membawa Manchester City menaklukkan Stoke City 3-0 pada Oktober 2008.
Gol Firmino dari titik putih ikut membuat jadi pesepak bola Negeri Samba tersubur di Liga Inggris selama hidup, dengan catatan 43 gol, melebihi bekas pemain Liverpool, Philippe Coutinho (41).
Di lain sisi, trigol yang dicatat Firmino adalah catatan ke enam yang berlangsung dalam riwayat laga Liverpool versus Arsenal, membuat jadi pertandingan pertemuan pada dua team dengan keseluruhan trigol paling banyak di Liga Inggris.
Saturday, December 29, 2018
Ole Gunnar Solskjaer Ingin Lihat Kedahsyatan Lukaku di MU
Ole Gunnar Solskjaer melawan Romelu Lukaku serta Alexis Sanches tunjukkan kehebatannya di Manchester United.
Sesudah masa Jose Mourinho, pria Norwegia yang ditunjuk jadi pelatih selain itu membawa keinginan indah buat MU. Club ini tundukkan Cardiff setelah itu menyalip Huddersfield di pertandingan Boxing Day.
Selain itu, Paul Pogba mulai cemerlang dibawah manajemen baru, sesudah gelandang jempolan itu awal mulanya tetap duduk di bangku cadangan. "Pogba memperlibatkan permainan mengesankan di bawan manajer Ole Gunnar Solskjaer," catat Irislah Examiner.
Solskjaer terasa suka dapat kembali pada club yang sempat diperkokoh saat 11 tahun. Pria berumur 45 tahun asal Norwegia itu ditunjuk oleh manajemen Manchester United jadi pelatih sesaat di Old Trafford.
Sekarang ini, Manchester United, ada di tempat ke enam sesudah menghimpun 32 point dari 19 kali bermain. Mengenai tempat klassemen paling atas diduduki Liverpool.
Sesudah masa Jose Mourinho, pria Norwegia yang ditunjuk jadi pelatih selain itu membawa keinginan indah buat MU. Club ini tundukkan Cardiff setelah itu menyalip Huddersfield di pertandingan Boxing Day.
Selain itu, Paul Pogba mulai cemerlang dibawah manajemen baru, sesudah gelandang jempolan itu awal mulanya tetap duduk di bangku cadangan. "Pogba memperlibatkan permainan mengesankan di bawan manajer Ole Gunnar Solskjaer," catat Irislah Examiner.
Solskjaer terasa suka dapat kembali pada club yang sempat diperkokoh saat 11 tahun. Pria berumur 45 tahun asal Norwegia itu ditunjuk oleh manajemen Manchester United jadi pelatih sesaat di Old Trafford.
Sekarang ini, Manchester United, ada di tempat ke enam sesudah menghimpun 32 point dari 19 kali bermain. Mengenai tempat klassemen paling atas diduduki Liverpool.
Wednesday, December 26, 2018
Agenda Liga Inggris Boxing Day Rabu Malam Ini
Agenda Liga Inggris boxing day akan bergulir pada Rabu malam hari ini sampai Kamis dini hari, 26 - 27 Desember. Beberapa laga menarik akan tersaji dalam serangkaian agenda yang berjalan waktu pertandingan di negara lainnya libur ini.
Pada pertandingan minggu ke-19 ini, team penghuni puncak klassemen, Liverpool, akan melayani Newcastle. Kompetitor pentingnya, Manchester City, akan bertanding di kandang Leicester. City, yang baru alami kekalahan kedua-duanya sekarang ketinggalan empat point dari The Reds.
Manchester United, yang mencetak kemenangan dalam kiprah Ole Gunnar Solkjaer, akan menyongsong Huddersfiled. Si Setan Merah sekarang tempati tempat ke enam klassemen dengan nilai 29, ketinggalan delapan point dari Chelsea di tempat empat besar.
Chelsea sendiri akan bertanding di kandang Watford pada minggu ini. Sedang Arsenal akan menantang Brighton serta Tottenham melayani Bournemouth.
Pada pertandingan minggu ke-19 ini, team penghuni puncak klassemen, Liverpool, akan melayani Newcastle. Kompetitor pentingnya, Manchester City, akan bertanding di kandang Leicester. City, yang baru alami kekalahan kedua-duanya sekarang ketinggalan empat point dari The Reds.
Manchester United, yang mencetak kemenangan dalam kiprah Ole Gunnar Solkjaer, akan menyongsong Huddersfiled. Si Setan Merah sekarang tempati tempat ke enam klassemen dengan nilai 29, ketinggalan delapan point dari Chelsea di tempat empat besar.
Chelsea sendiri akan bertanding di kandang Watford pada minggu ini. Sedang Arsenal akan menantang Brighton serta Tottenham melayani Bournemouth.
Manchester United Versus Huddersfield: 19 Pemain Pilihan Solskjaer
Angel Gomes, pemain gelandang serang berumur 18 tahun, termasuk juga diantara pemain Manchester United yang disiapkan manajer Ole Gunnar Solskjaer untuk melawan Huddersfield di Stadion Old Trafford, malam hari ini, Rabu 26 Desember 2018, pada minggu ke-19 Liga Primer Inggris 2018-2019.
Laga itu serta partai ke-18 Liga Primer malam hari ini ialah menyongsong perayaan Boxing Day.
Sekitar 19 pemain team United bimbingan Ole Gunnar Solskjaer datang di hotel, Lowry, pada Hari Rayal Natal, 25 Desember 2018, di hotel, termasuk juga bintang akademi club, Gomes.
Pemain berumur 18 tahun ini pula turut rombongan Manchester United dalam lawatan partai tandang ke Cardiff minggu kemarin. Tetapi, dia tidak dimasukkan dalam rincian pemain untuk berlaga.
Tetapi, kebijaksanaan Solskjaer dalam dua laga pertamanya menjadi manajer Manchester United untuk mengikutkan Gomes ke tim team pertama telah adalah set baru buat pemain junior club berjuluk Red Devils ini.
Sedang Anthony Martial serta James Garner yang termasuk juga dalam rombongan ke Cardiff belumlah terlihat dalam rombongan pemain Manchester United yang masuk hotel team pada 25 Desember 2018 itu.
Marcus Rashford yang terlihat jelas ada di hotel. Tetapi, striker Manchester United yang lain, Romelu Lukaku serta Alexis Sanchez, tidak terlihat dalam rombongan Manchester United ke hotel.
Paul Pogba serta Jesse Lingard yang tampil menarik waktu Manchester United menaklukkan Cardiff City 5-1 terlihat di hotel serta kemungkinan masuk daftar pemain starter melawan lawan malam hari ini yang berjuluk Terriers.
Di posisi belakang Victor Lindelof serta Phil Jones peluang akan kembali berduet menjadi bek tengah Manchester United sebab bek tengah Manchester United yang lain, Chris Smalling, masih tetap mangkir.
Tersebut peluang tim Manchester United melawan Huddersfield malam hari ini, Rabu 16 Desember 2018, di Stadion Old Trafford. Manchester United masih tetap ada di rangking ke enam dari 20 team dengan tertinggal delapan angka posisi ke lima, Arsenal.
Laga itu serta partai ke-18 Liga Primer malam hari ini ialah menyongsong perayaan Boxing Day.
Sekitar 19 pemain team United bimbingan Ole Gunnar Solskjaer datang di hotel, Lowry, pada Hari Rayal Natal, 25 Desember 2018, di hotel, termasuk juga bintang akademi club, Gomes.
Pemain berumur 18 tahun ini pula turut rombongan Manchester United dalam lawatan partai tandang ke Cardiff minggu kemarin. Tetapi, dia tidak dimasukkan dalam rincian pemain untuk berlaga.
Tetapi, kebijaksanaan Solskjaer dalam dua laga pertamanya menjadi manajer Manchester United untuk mengikutkan Gomes ke tim team pertama telah adalah set baru buat pemain junior club berjuluk Red Devils ini.
Sedang Anthony Martial serta James Garner yang termasuk juga dalam rombongan ke Cardiff belumlah terlihat dalam rombongan pemain Manchester United yang masuk hotel team pada 25 Desember 2018 itu.
Marcus Rashford yang terlihat jelas ada di hotel. Tetapi, striker Manchester United yang lain, Romelu Lukaku serta Alexis Sanchez, tidak terlihat dalam rombongan Manchester United ke hotel.
Paul Pogba serta Jesse Lingard yang tampil menarik waktu Manchester United menaklukkan Cardiff City 5-1 terlihat di hotel serta kemungkinan masuk daftar pemain starter melawan lawan malam hari ini yang berjuluk Terriers.
Di posisi belakang Victor Lindelof serta Phil Jones peluang akan kembali berduet menjadi bek tengah Manchester United sebab bek tengah Manchester United yang lain, Chris Smalling, masih tetap mangkir.
Tersebut peluang tim Manchester United melawan Huddersfield malam hari ini, Rabu 16 Desember 2018, di Stadion Old Trafford. Manchester United masih tetap ada di rangking ke enam dari 20 team dengan tertinggal delapan angka posisi ke lima, Arsenal.
Monday, December 24, 2018
Manchester United: Solskjaer, Zidane, dan Pilihan Figur Manajer.
Figur manajer kerap jauh lebih penting di atas urusan teknis kepelatihan, dalam penunjukkan pemimpin tim yang baru seperti dilakukan Manchester United.
Simaklah bagaimana Ole Gunnar Solskjaer mengembalikan situasi yang positif dan menyenang di Manchester United. Mantan bintang pemain penyerang United membuktikan hal tersebut dengan melakukan debutnya yang gemilang sebagai manajer klub berjuluk Red Devils ini.
Pada pekan pertandingan pekan ke-18 Liga Primer Inggris musim kompetisi 2018-2019 di Stadion Nasional Cardiff, Wales, dinihari tadi, Minggu 23 Desember 2018, Manchester United mengalahkan tuan rumah Cardiff City 5-1.
Kemenangan telak itu memang belum membawa Manchester United meninggalkan peringkat keenam Liga Primer Inggris 2018-19. Tapi, hal itu menghentikan aura buruk dari Red Devils yang diakibatkan dari rentetan kekalahan dan kegagalan kemenangan mereka semasa di bawah asuhan manajer Jose Mourinho.
Kemenangan ini juga tentu saja membawa harapan Manchester United bisa meraih hasil terhormat di liga domestik pada 20 pertandingan berikutnya buat Red Devils sampai akhir musim, Mei 2019.
Solskjaer terkenal dengan ketajamannya saat bermain sebagai penyerang Manchester United selama 11 musim dan menjadi penentu kemenangan Setan Merah terakhir pada final Liga Champions.
Faktor pengalaman sebagai pemain dan sangat memahami kultur Manchester United itulah yang antara lain menolong Solskjaer melakukan tugas awalnya sebagai manajer sementara Setan Merah. Meski, sebagai manajer, pria Norwegia berusia 45 tahun ini pernah gagal ketika menjadi manajer Cardiff City.
Pesan dari Solskjaer di kamar ganti kepada para pemain yang terungkap setelah pertandingan membuktikan bagaimana ia berhasil membangkitkan motivasi dan permainan anak-anak asuhannya di Setan Merah ini dengan cara yang serhana tapi berdaya guna tinggi.
“Hanya bekerja lebih keras dari mereka,” adalah apa yang dikatakan Solskjaer kepada para pemainnya.
“Nikmati dirimu sendiri, mainkan umpan-umpan bola untuk maju dan maju terus. Jika kalian kehilangan bola, saya tidak keberatan, selama kalian berusaha merebutnya kembali,” Solskjaer melanjutkan.
Solskjaer mengubah wajah murung yang terus dibawah Mourinho. Paul Pogba dan kawan-kawan bermain dengan lebih riang. Dan, meluncurlah gol-gol cepat dari Marcus Rashford ketika pertandingan baru berjalan tiga menit, Ander Herrera menit ke-29, Athony Martial (41), Jesse Lingard (57 penalti, 90).
Adapun satu-satunya gol balasan dari Cardiff dihasilkan dari tendangan eksekusi hadiah penalti oleh Victor Camarasa pada menit ke-38.
Ada banyak kritik ketika Manchester United memilih Ole Gunnar Solskjaer sebagai pengganti manajer Jose Mourinho yang dipecat di tengah jalan dalam musim ketiganya, Selasa lalu.
Solskjaer sudah berpengalaman menjadi manajer ketika pensiun sebagai pemain Manchester United, yaitu memimpim tim cadangan United, memanajeri Cardiff City –dan, gagal pada 2014-, serta terakhir menangani klub asalnya, Molde, di Liga Norwegia.
Tapi, prestasi Solskjaer sebagai manajer selain dipecat dari Cardiff City, setelah tim terdegradasi dari Liga Primer setelah musim 2014 adalah tidak mencuat.
Hanya tim pemilih dari Manchester United memiliki pertimbangan khusus, antara lain soal figur yang bisa menenteramkan suasana di kamar ganti pemain. Meski tentu saja, Solskjaer juga bukan “orang kemarin sore” di dunia kepelatihan.
Adapun untuk urusan teknis yang lebih rinci di lapangan ada tangan kanan Alex Ferguson yang didatangkan kembali, Mike Phelan, sebagai asisten manajer dari Solskjaer. Selain itu ada Michal Carrick, junior Solskjaer di Manchester United, dan beberapa pelatih lain yang sudah bekerja sejak era Jose Mourinho.
Dengan pemain yang rata-rata berkualitas tinggi –Paul Pogba dan kawan-kawan- yang dibutuhkan adalah lebih dari ururusan strategi di lapangan, melainkan strategi secara keseluruhan –teknis dan nonteknis.
Jauh sebelum penunjukkan Solskjaer ini, bisa dilihat bagaimana Real Madrid dengan jeli memilih Zidene Zidane sebagai manajer tim atau pelatih kepala menggantikan Rafael Benitez.
Zidane di dunia kepelatihan adalah orang “kemarin sore” dibandingkan Benitez dan manajer Madrid sebelumnya, Jose Mourinho. Tapi, seperti sosok Solskjaer di Manchester United, Zidane adalah salah satu legenda di Real Madrid sebagai pemain.
Karisma Zidane inilah yang meluruhkan hati Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan –para bintang kelas dunia- di kamar ganti pemain. Hasilnya, Zidane membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga kali beruntun.
Manajer tim –dan, bukan seperti fungsi manajer urusan umum, Oliver Bierhoff, di tim nasional Jerman- memang kelasnya di atas pelatih kepala. Ia bisa menjangkau urusan pemilihan pemain dalam transfer misalnya.
Manajer tim yang hebat tak harus mesti sukses sebagai pemain. Adalah Jose Mourinho sendiri sebagai salah satu contohnya sebelum mengalami kemerosotan pada kondidi terakhir di United. Dan, tentu saja di Old Trafford, akan selalu dikenang sosok manajer Sir Alex Ferguson itu.
Kini ada tren sejumlah klub di Liga Inggris mereduksi peran para pelatih mereka dari status manajer kemudian “hanya” menjadi pelatih kepala. Antonio Conte, misalnya, terpental dari Chelsea setelah ia uring-uringan kapasitasnya sebagai manajer dipreteli.
Penyebutan manajer dan pelatih (kepala) ini sering disamaratakan begitu saja. Tapi, sebenarnya, ada perbedaan yang khas. Dan, apapun perbedaannya –di Indonesia belum pernah ada pelatih tim nasional yang dinaikkan statusnya menjadi manajer-, pemimpin tim di lapangan memang butuh lebih dari sekadar kecakapan teknis. Ia bisa bernama Ole Gunnar Solskjaer, Zinedine Zidane, Alex Ferguson, atau mendiang Johan Cruyff.
Simaklah bagaimana Ole Gunnar Solskjaer mengembalikan situasi yang positif dan menyenang di Manchester United. Mantan bintang pemain penyerang United membuktikan hal tersebut dengan melakukan debutnya yang gemilang sebagai manajer klub berjuluk Red Devils ini.
Pada pekan pertandingan pekan ke-18 Liga Primer Inggris musim kompetisi 2018-2019 di Stadion Nasional Cardiff, Wales, dinihari tadi, Minggu 23 Desember 2018, Manchester United mengalahkan tuan rumah Cardiff City 5-1.
Kemenangan telak itu memang belum membawa Manchester United meninggalkan peringkat keenam Liga Primer Inggris 2018-19. Tapi, hal itu menghentikan aura buruk dari Red Devils yang diakibatkan dari rentetan kekalahan dan kegagalan kemenangan mereka semasa di bawah asuhan manajer Jose Mourinho.
Kemenangan ini juga tentu saja membawa harapan Manchester United bisa meraih hasil terhormat di liga domestik pada 20 pertandingan berikutnya buat Red Devils sampai akhir musim, Mei 2019.
Solskjaer terkenal dengan ketajamannya saat bermain sebagai penyerang Manchester United selama 11 musim dan menjadi penentu kemenangan Setan Merah terakhir pada final Liga Champions.
Faktor pengalaman sebagai pemain dan sangat memahami kultur Manchester United itulah yang antara lain menolong Solskjaer melakukan tugas awalnya sebagai manajer sementara Setan Merah. Meski, sebagai manajer, pria Norwegia berusia 45 tahun ini pernah gagal ketika menjadi manajer Cardiff City.
Pesan dari Solskjaer di kamar ganti kepada para pemain yang terungkap setelah pertandingan membuktikan bagaimana ia berhasil membangkitkan motivasi dan permainan anak-anak asuhannya di Setan Merah ini dengan cara yang serhana tapi berdaya guna tinggi.
“Hanya bekerja lebih keras dari mereka,” adalah apa yang dikatakan Solskjaer kepada para pemainnya.
“Nikmati dirimu sendiri, mainkan umpan-umpan bola untuk maju dan maju terus. Jika kalian kehilangan bola, saya tidak keberatan, selama kalian berusaha merebutnya kembali,” Solskjaer melanjutkan.
Solskjaer mengubah wajah murung yang terus dibawah Mourinho. Paul Pogba dan kawan-kawan bermain dengan lebih riang. Dan, meluncurlah gol-gol cepat dari Marcus Rashford ketika pertandingan baru berjalan tiga menit, Ander Herrera menit ke-29, Athony Martial (41), Jesse Lingard (57 penalti, 90).
Adapun satu-satunya gol balasan dari Cardiff dihasilkan dari tendangan eksekusi hadiah penalti oleh Victor Camarasa pada menit ke-38.
Ada banyak kritik ketika Manchester United memilih Ole Gunnar Solskjaer sebagai pengganti manajer Jose Mourinho yang dipecat di tengah jalan dalam musim ketiganya, Selasa lalu.
Solskjaer sudah berpengalaman menjadi manajer ketika pensiun sebagai pemain Manchester United, yaitu memimpim tim cadangan United, memanajeri Cardiff City –dan, gagal pada 2014-, serta terakhir menangani klub asalnya, Molde, di Liga Norwegia.
Tapi, prestasi Solskjaer sebagai manajer selain dipecat dari Cardiff City, setelah tim terdegradasi dari Liga Primer setelah musim 2014 adalah tidak mencuat.
Hanya tim pemilih dari Manchester United memiliki pertimbangan khusus, antara lain soal figur yang bisa menenteramkan suasana di kamar ganti pemain. Meski tentu saja, Solskjaer juga bukan “orang kemarin sore” di dunia kepelatihan.
Adapun untuk urusan teknis yang lebih rinci di lapangan ada tangan kanan Alex Ferguson yang didatangkan kembali, Mike Phelan, sebagai asisten manajer dari Solskjaer. Selain itu ada Michal Carrick, junior Solskjaer di Manchester United, dan beberapa pelatih lain yang sudah bekerja sejak era Jose Mourinho.
Dengan pemain yang rata-rata berkualitas tinggi –Paul Pogba dan kawan-kawan- yang dibutuhkan adalah lebih dari ururusan strategi di lapangan, melainkan strategi secara keseluruhan –teknis dan nonteknis.
Jauh sebelum penunjukkan Solskjaer ini, bisa dilihat bagaimana Real Madrid dengan jeli memilih Zidene Zidane sebagai manajer tim atau pelatih kepala menggantikan Rafael Benitez.
Zidane di dunia kepelatihan adalah orang “kemarin sore” dibandingkan Benitez dan manajer Madrid sebelumnya, Jose Mourinho. Tapi, seperti sosok Solskjaer di Manchester United, Zidane adalah salah satu legenda di Real Madrid sebagai pemain.
Karisma Zidane inilah yang meluruhkan hati Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan –para bintang kelas dunia- di kamar ganti pemain. Hasilnya, Zidane membawa Real Madrid menjuarai Liga Champions tiga kali beruntun.
Manajer tim –dan, bukan seperti fungsi manajer urusan umum, Oliver Bierhoff, di tim nasional Jerman- memang kelasnya di atas pelatih kepala. Ia bisa menjangkau urusan pemilihan pemain dalam transfer misalnya.
Manajer tim yang hebat tak harus mesti sukses sebagai pemain. Adalah Jose Mourinho sendiri sebagai salah satu contohnya sebelum mengalami kemerosotan pada kondidi terakhir di United. Dan, tentu saja di Old Trafford, akan selalu dikenang sosok manajer Sir Alex Ferguson itu.
Kini ada tren sejumlah klub di Liga Inggris mereduksi peran para pelatih mereka dari status manajer kemudian “hanya” menjadi pelatih kepala. Antonio Conte, misalnya, terpental dari Chelsea setelah ia uring-uringan kapasitasnya sebagai manajer dipreteli.
Penyebutan manajer dan pelatih (kepala) ini sering disamaratakan begitu saja. Tapi, sebenarnya, ada perbedaan yang khas. Dan, apapun perbedaannya –di Indonesia belum pernah ada pelatih tim nasional yang dinaikkan statusnya menjadi manajer-, pemimpin tim di lapangan memang butuh lebih dari sekadar kecakapan teknis. Ia bisa bernama Ole Gunnar Solskjaer, Zinedine Zidane, Alex Ferguson, atau mendiang Johan Cruyff.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Klassemen Liga Spanyol Sesudah Barcelona Menekuk Real Betis 4-1
Barcelona sukses menaklukkan tuan-rumah Real Betis dengan score 4-1 dalam pertandingan minggu ke-28 Liga Spanyol di Stadion Benito Villamari...
-
Cara bermain togel jenis shio yaitu dengan menebak 2D belakang dari keluaran togel, setiap shio memliki 1 angka, setiap angka akan berbeda s...
-
Kesempatan ini kita juga akan sedikit mengulas berkenaan berolahraga Tinju atau boxing yang miliki pecinta yg tidak sedikit di Indonesia. Ol...
-
Manchester United baru saja kalah secara menghebohkan 1-2 dari Wolverhampton Wanderers pada perempat final Piala Asosiasi Sepak Bola Inggris...






