Saturday, February 16, 2019

Menantang PSG, Manchester United Tidak Diperkokoh Paul Pogba

Manchester United mesti gigit jari sesudah salah satunya bintangnya, Paul Pogba, tidak dapat di turunkan saat menantang PSG di leg ke-2 set 16 besar Liga Champions yang diselenggarakan 6 Maret 2019.

Pogba diusir keluar lapangan oleh wasit sebab memperoleh kartu merah sebelumnya setelah kantongi dua kartu kuning karena pelanggaran pada pemain PSG. Pada pertandingan itu, MU digasak 0-2 oleh PSG di Old Trafford.

Walau demikian, manajer ad interim Ole Gunnar Solskjaer, masih tenang melawan laga kandang Maret yang akan datang. Bos baru yang menukar Jose Mourinho ini mesti memutar otak supaya memenangi laga itu dengan angka mutlak supaya maju ke semi final.


Seseorang sumber di United yang tidak bersedia dijelaskan menjelaskan pada The Sun, Ole menjelaskan padanya jika mereka coba mainkan laga ini. "Beberapa pemain mesti sabar mainkan bola sebab tidak gampang masukkan gol ke gawang lawan."

United sekarang ini ada di tempat mesti mendaki puncak gunung, ditambah lagi tidak diperkokoh oleh Pogba di leg ke-2. Pemain yang sempat mengantar Prancis jadi juara Piala Dunia 2016 itu menyesal karena mesti melihat teman-temannya berusaha memenangi laga.

Seseorang sumber menjelaskan, "Pogba bingung serta mohon maaf pada rekan-rekannya satu team. Ia terasa seakan-akan menyedihkan mereka hingga kehilangan peluang bermain di leg ke-2. Bahkan juga karena sangat kesalnya, Pogba memukul locker seringkali."

Kekalahan atas PSG untuk petama kalinya di rasa menyakitkan oleh beberapa pemain MU semenjak dipukul 3-1 oleh Livepool pada 16 Desember 2018 sekaligus juga jadi penyebab pemecatan pada Mourinho. Meksipun demikian, Solskjaer masih memberi semangat serta keinginan pada beberapa pemain MU di leg ke-2.

Thursday, February 14, 2019

Hasil Liga Champions: Ajax Versus Real Madrid 1-2, Baca 5 Bukti Ini

Real Madrid sukses mencetak kemenangan 2-1 atas Ajax Amsterdam dalam pertandingan pertama set 16 besar Liga Champions di Johan Cruijff Ajang, Kamis dini hari WIB, 14 Januari 2019.


Tersebut beberapa bukti dari laga itu:

-Gol di pertandingan itu: Real Madrid unggul lebih dulu melalui gol Karim Benzema (menit 60).   Mereka kebobolan oleh gol Hakim Ziyech (75), akan tetapi sukses kembali unggul karena gol Marco Asensio (87).


-Karim Benzema telah cetak gol atau assist dalam enam pertandingan Liga Champions menantang   Ajax (4 gol, 4 assist).

-Karim Benzema sekarang telah cetak gol ke-60 di Liga Champions. Dia jadi pemain ke empat yang   dapat mengerjakannya, sesudah Cristiano Ronaldo (121), Lionel Messi (106), serta Raul (71).

-Gol Karim Benzema diciptakan berdasar pada assist dari Vinicius Junior. Pemain 18 tahun ini telah   memberi 8 assist pada musim ini, yang paling banyak diantara pemain Real Madrid. Dia pun jadi   pemain termuda yang memberi assist di Liga Champions, menyamakan catatan Raphael Varane.

-Daftar pemain dalam laga Liga Champions ini:
Ajax: Onana; Mazraoui, De Ligt, Blind, Tagliafico; Van de Beek, De Jong, Schone (Dolberg 73); Ziyech, Neres, Tadic.
Real Madrid: Courtois; Carvajal, Ramos, Varane, Reguilon; Casemiro, Modric, Kroos; Bale (Vazquez 61), Benzema (Asensio 73), Vinicius (Diaz 81).

Wednesday, February 13, 2019

Kekalahan Chelsea, Italia, serta Permainan Politik Bola

Chelsea ialah satu team yang dengan dinamika yang tinggi. Tidak hanya banyak dipenuhi pemain serta manajer asal Italia, “politik” di club berjuluk The Blues ini pula tinggi.

Sebelum pengakuan Maurizio Sarri yang langsung memunculkan kegemparan, jika dia siap dikeluarkan setiap saat oleh bos paling tinggi Chelsea, Roman Abramovich, sesudah digilas Manchester Citu 6-0 di Etihad, Manchester, dini hari barusan, Senin 11 Februari 2019, terdapat beberapa gesekan yang berlangsung disana.

Chelsea, dengan kepribadian yang unik, nyentrik, serta kontrovesial dari sang bos, Roman Abramovich, termasuk juga salah satunya club yang sangat banyak menukar manajernya dalam sekejap.


Tidak hanya huru-hara Jose Mourinho dalam periode kedua-duanya di Chelsea, ada cerita rekanan senegaranya dari Portugal, Andre Villas-Boas, di Stamford Bridge yang teramat singkat serta ironis, 2011-2012.

Villas-Boas yang mencapai sukses di Porto, seperti seniornya, Mourinho, dengan memenangkan Liga Europa, seperti tidak apa-apanya serta tidak terterima di kelompok pemain Chelsea.

Dulunya Villas-Boas memang meniti karir di Inggris serta konon dahulu dia yang bekerja membagi-bagikan rekaman dvd laga calon lawan Chelsea. Lalu, dia hadir kembali ke Chelsea menjadi manajer. Hal tersebut berlangsung saat di club berjuluk The Blues itu masih tetap menetap beberapa pemain yang berkarakter demikian kuat, hingga mirip “raja-raja kecil”, John Terry serta kawan-kawan.

Isunya menjadi manajer, Villas-Boas benar-benar tidak dipandang oleh Terry cs. Diluar itu, pada periode yang berlainan, saat dikeluarkan pada periode kedua-duanya di Chelsea, Mourinho pun terasa Terry cs yang lakukan pendongkelan terhadapnya.

Tidak hanya gesekan yang riuh, jejak beberapa orang Italia di Chelsea ini memang kental. Di lapangan ada Gianfranco Zola, Roberto Di Matteo, serta Gianluca Vialli, untuk menyebutkan contoh-contoh, sebelum ketiganya berubah karir jadi pelatih.

Di tataran manajer atau pelatih kepala, janganlah dilupakan Claudio Ranieri sebagai orang pertama sesudah masuknya Roman Abramovich di kepemilikan club. Ranieri yang dikasih banyak uang oleh Abramovich untuk jadikan Chelsea tumbuh jadi club raksasa, sebelum Jose Mourinho mengharumkan nama The Blues pada 2004-2006.

Di lapangan saat ini tidak beberapa pemain dari Italia di tim Chelsea. Tetapi, orang paling akhir yang membawa mereka juara Liga Primer Inggris ialah pelatih dari negeri sepak bola Cattenacio itu, Antoni Conte. Trofi Liga Champions paling akhir yang dapat jadi punya Chelsea pun datang dari garapan Roberto Di Matteo, sebelum dia pun dikeluarkan Abramovich.

Sekarang, pelatih Italia yang lain, Maurizio Sarri tengah ada di jalan yang sama, membawa Chelsea juara kembali atau justru dikeluarkan lebih awal.


Tuesday, February 12, 2019

5 Catatan Terpenting Liga Inggris Minggu 26: Sarri, Pogba, Mane

Serangkaian laga Liga Inggris minggu ke-26, di akhir minggu lantas, sudah tampilkan satu surprise besar: Manchester City mencukur Chelsea 6-0.

Tidak hanya di pertandingan itu, team favorit yang lain dapat mencetak kemenangan: Manchester United menekuk Fulham 3-0, Liverpool menang 3-0 di kandang Bournemouth, Arsenal unggul 2-1 waktu menyambangi Huddersfield, serta Tottenham menang 3-1 atas Leicester.


Tersebut beberapa catatan dari serangkaian laga itu:

1. Manchester City memberikan jawaban


Tampil perkasa di awalnya musim, Manchester City sudah sempat kedodoran serta 2x kalah berturut-turut, oleh Crystal Palace serta Leicester. Kemunduran itu membuat Liverpool muncul jadi calon kuat juara. Akan tetapi, terakhir City memberikan jawaban dengan kemenangan untuk kemenangannya.

Baca: Manchester City versus Chelsea 6-0, Sergio Aguero BIkin 7 Rekor

Semenjak dua kekalahan tertera di atas, City sudah memenangi semakin banyak laga (7), cetak semakin banyak gol (23) serta memenangkan semakin banyak point (21) dibanding team Liga Inggris yang lain. Kemenangan Chelsea (6-0) ialah yang sangat mengesankan.

Sergio Aguero, yang cetak hat-trick ke gawang The Blues, jadi kunci kebangkitan City. Ia cetak delapan gol di liga pada 2019, 2x lipat melewati pemain lainnya.

2. Chelsea penuh nestapa

Dalam tiga pertandingan pertamanya pada 2019, Chelsea cuma kebobolan tiga gol. Dalam tiga pertandingan selanjutnya mereka 10 kali dibobol lawan.

Apakah yang berlangsung? Maurizio Sarri nampaknya sudah kehilangan kendalinya di ruangan ubah. Dia bersuara negatif masalah pemainnya sesudah ditaklukkan Arsenal. Dia seperti mengawali perang serta sekarang tampak jika dia tidak berhasil memenanginya.


Tahun ini, mereka kebobolan semakin banyak gol daripada team lainnya, terkecuali Fulham. Di lapangan, permainan mereka sangat jelek, terpenting waktu ditaklukkan Bournemouth 4-0 serta Manchester City 6-0.

3. Pogba bebas terlepas seperginya Jose Mourinho

Penampilan Paul Pogba akhir-akhir ini jad berita jelek buat Jose Mourinho. Alat serta pengamat menuding, pelatih dari Portugal itu membuat Pogba kehilangan penampilan terbaik. Dia ialah kelas dunia: menolong Prancis jadi juara dunia serta sekarang mencorong dibawah Ole Gunnar Solskjaer. Pogba memberi 35 % gol dalam 9 pertandingan dibawah pelatih dari Norwegia itu: lima dari 22 gol.


4. Alex Iwobi mencorong bersama dengan Arsenal

Dibawah instruksi Arsene Wenger, beberapa pemain muda Arsenal tampil impresif di awalnya kehadirannya tetapi lalu seperti kehabisan bahan bakar beberapa waktu lalu. Hal tersebut berlangsung dengan Alex Iwobi. Sekarang, dibawah Unai Emery, pemain itu kembali temukan sinarnya. Dia cetak 10 gol di semua pertandingan, yang terunggul dalam karirnya di Arsenal.

5. Sadio Mane serta Bayangan Salah

Musim kemarin, Sadio Mane tampil bagus, tetapi sinarnya sirna oleh kecemerlangan Mohamed Salah. Musim ini, Mane masih tampil menonjol. Jika selanjutnya Liverpool dapat juara Liga Inggris, sumbangsih pemain ini tidak dapat diacuhkan. Dia selalu cetak gol dalam empat laga Liga Inggris dengan berturut-turut, untuk kali pertamanya.

Ajax Versus Real Madrid: Saling Konsentrasi Pemain Muda, Fakta Berlainan

Laga pertama 16 besar Liga Champions pada Real Madrid serta Ajax Amsterdam di Johan Cruyff Ajang pada Kamis dini hari yang akan datang, 14 Februari 2019, ialah duel dua team dengan nama besar yang mengutamakan pemain muda, tetapi dengan fakta begitu berlainan.

Ajax, juara Eropa 4x, tembus babak set skema gugur untuk pertama-tama dalam 13 tahun. Mereka miliki ketrampilan yang begitu populer, yakni melahirkan pemain muda calon bintang. Kesempatan ini diantaranya ialah gelandang Frenkie de Jong yang akan geser ke Barcelona pada musim panas yang akan datang serta bek tengah Matthijs de Ligt. Seperti seniornya, Virgil van Dijk di Liverpool, bek ini pula kembali dicari klub-klub raksasa Eropa yang lain.


De Jong, 21, telah sepakat masuk dengan Barcelona musim depan dengan nilai transfer 75 juta euro atau seputar Rp 1,18 triliun. Sedang kapten serta bek Ajax, de Ligt, 19, ialah salah satunya pemain yang sangat dicari dalam bursa transfer sekarang ini.

Sedang Real Madrid sudah merubah sikap mereka pada beberapa pemain muda serta buang pengejaran “Galacticos” yang populer seperti Cristiano Ronaldo, Kaka, serta James Rodriguez. Mereka ini mengubah perhatian pada pengumpulan pemain muda yang hebat.

Hasil Liga Champions: MU Versus PSG 0-2, Roma Versus Porto 2-1

Hasil Liga Champions pada Rabu dini hari WIB, 13 Februari 2019, tampilkan kemenangan Paris Sait-Germain (PSG) atas Manchester United serta Kelebihan AS Roma dari FC Porto. Ini adalah sisi dari pertandingan pertama set 16 besar.


Berikut hasil selengakapnya:

Manchester United versus Paris Saint-Germain: 0-2

PSG masih tetap sangat kuat walau tampil tiada Neymar serta Edinson Cavani yang cedera. Bertanding di Old Trafford mereka unggul karena gol Presnel Kimpembe (menit 53) serta Kylian Mbappe (60). MU kehilangan Paul Pogba sebab kartu merah di menit ke-89.


Ini sekaligus juga jadi kekalahan pertama buat Manchester United dibawah instruksi Ole Gunnar Solskjaer. Dalam 11 pertandingan awal mulanya mereka cuma sekali ditahan lawan.

Dalam laga itu, PSG kuasai bola sampai 58 %. Mereka pun unggul jauh dalam soal tembakan terukur ke gawang lawan (5 banding 1).

AS Roma versus FC Porto: 2-1

AS Roma langsung unggul dua gol melalui tindakan Nicolo Zaniolo (70 serta 77). FC Porto cuma dapat memperkecil posisi melalui Adrian Lopez (79).

Porto sebetulnya unggul dalam perebutan bola (55 %). Akan tetapi mereka ketinggalan jauh dalam soal tendangan ke gawang lawan (2 banding 6).

Laga leg ke-2 set 16 besar Liga Champions ini akan kembali berjalan pada 6 Maret.

Monday, February 11, 2019

Juventus Sediakan Dana Besar untuk Datangkan Salah di Musim Panas Kelak

Sesudah yang akan datang megabintang asal Portugal, yaitu Cristiano Ronaldo, pada bursa transfer musim panas 2018 lantas, sekarang Juventus diberitakan siap yang akan datang pemain berstatus bintang yang lain pada jendela transfer musim panas 2019 kelak. Ialah pemain andalan Liverpool, Mohamed Salah, yang diberitakan jadi target Juventus pada musim panas 2019.


Juventus diberitakan tertarik untuk memakai layanan pemain dari Mesir itu. Ditambah lagi jika Paulo Dybala jadi pergi, jadi jelas Bianconeri –julukan Juventus– memerlukan figur pemain baru untuk di posisi depan mereka. Salah juga dipandang dapat menukar fungsi Dybala.

Namun Juventus sadar untuk yang akan datang Salah bukan masalah yang gampang. Ditambah lagi Salah telah jadi salah satunya pemain terpenting buat The Reds –julukan Liverpool. Akan tetapi nampaknya Juventus telah temukan langkah untuk dapat membuat Liverpool ingin melepas Salah di bursa transfer musim panas 2019 kelak.

Langkah yang disebut ialah Juventus akan merayu pihak Liverpool dengan tawarkan dana sebesar 200 juta euro atau sekira Rp3 triliun untuk mengoyahkan team itu. Dana sebesar itu jelas akan susah untuk tidak diterima Liverpool.

Menariknya, Ronaldo diberitakan sepakat dengan kemauan Juventus beli Salah pada jendela transfer musim panas 2019. Pantas dinantikan bagaimana duet Ronaldo-Salah akan terbentuk jika hal tersebut betul-betul berlangsung.

Klassemen Liga Spanyol Sesudah Barcelona Menekuk Real Betis 4-1

Barcelona sukses menaklukkan tuan-rumah Real Betis dengan score 4-1 dalam pertandingan minggu ke-28 Liga Spanyol di Stadion Benito Villamari...